Sabtu, 19/06/2021 08:35 WIB
Sydney, Jurnas.com - Australia mengajukan keluhan resmi kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas pengenaan bea masuk anti-dumping China pada ekspor anggur Australia.
"Keputusan itu mengikuti konsultasi ekstensif dengan pembuat anggur Australia," kata pemerintah negara itu dalam sebuah pernyataan, menambahkan "Australia tetap terbuka untuk terlibat langsung dengan China untuk menyelesaikan masalah ini."
Langkah tersebut merupakan terbaru dalam ketegangan perdagangan dan diplomatik yang meningkat antara Australia dan mitra dagang terbesarnya.
Langkah ini juga mengikuti peringatan Perdana Menteri Autraliam, Scott Morrison bahwa pemerintahnya akan menanggapi negara-negara yang mencoba menggunakan pemaksaan ekonomi untuk menentangnya.
JD Vance Tegaskan AS Cukup Kuat Hadapi Ancaman Global Termasuk China
AS Desak Negara-Negara G20 Tinjau Kesepakatan Dagang dengan China
Korban Tewas Banjir dan Longsor Nepal-Tibet Tembus 804, Hampir 3.300 Hilang
Tindakan itu juga terjadi hanya beberapa hari setelah pertemuan puncak pengelompokan negara-negara maju G7 yang menggemakan seruan Australia untuk sikap yang lebih keras terhadap praktik perdagangan China dan sikap yang lebih tegas secara global.
Morrison menghadiri KTT tersebut sebagai bagian dari formula G7 plus yang juga menghadirkan para pemimpin Korea Selatan, Afrika Selatan, dan India.
Beijing telah memberlakukan sanksi ekonomi yang keras pada berbagai produk Australia dalam beberapa bulan terakhir, termasuk tarif atau gangguan di beberapa sektor pertanian, batu bara, anggur, dan pariwisata.
Banyak orang di Canberra percaya langkah-langkah itu adalah hukuman karena menolak operasi pengaruh Beijing di Australia, menolak investasi China di daerah-daerah sensitif dan secara terbuka menyerukan penyelidikan tentang asal-usul pandemi virus corona.
Australia telah membawa Beijing ke WTO mengenai tarifnya atas jelai Australia. (AFP)
Keyword : Perang DagangAustraliaChinaBea Anggur