Kamis, 17/06/2021 17:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi VI DPR RI menilai persoalan yang dialami PT Garuda Indonesia (Persero) tidak terlalu berat dan tak perlu berlarut-larut diselesaikan oleh pemerintah.
Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza menegaskan, penyelamatan Garuda oleh pemerintah penting dilakukan untuk tidak mengulang cerita sedih seperti maskapai Merpati Indonesia.
“Sehingga bukan hanya image kita di tengah pandemi ini tidak mampu menyelamatkan Garuda yang menjadi kebanggaan nasional kita,” terang dia dalam diskusi Dialektika Demokrasi dengan tema `Garuda Indonesia Anjlok, Bagaimana Upaya Penyelematan BUMN di Era Pandemi` di Media Center Parlemen, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6).
Faisol melanjutkan, persoalan perusahaan penerbangan ini hampir melanda seluruh dunia. Salah satunya, Singapore Airlines. Bahkan persoalan itu dialami lebih dulu dibandingkan dengan Garuda Indonesia.
Mendes Sebut Program Tekad Terbukti Dirasakan Manfaatnya oleh Warga Desa
Legislator PKB Kecam Penyekapan WNI di Tambang Ilegal Malaysia
Kemenhaj Siapkan Layanan Konsumsi Siap Santap jelang Armuzna
Hanya saja, masih kata Faisol, sikap penanganan pemerintah yang berbeda-beda. Ada yang kemudian menyuntikan PMN, ada juga yang membuka ruang bagi swasta.
“Dan saya kira Garuda ini tidak apa tidak juga bisa selamat, dengan skema-skema yang mungkin diluaskan kepemilikannya untuk swasta,” terangnya.
Nah, lanjut Faisol, persoalan Garuda ini menyangkut komitmen pemerintah. Sebab, hal ini menyangkut regulasi dan menyangkut keseriusan, serta menyangkut keputusan pemerintah.
“Terutama dalam hal ini yang bikin bahasa Jawanya itu gelo-gelo, itu seperti tarik ulur di Kementerian Keuangan ini untuk membantu Garuda,” tandas politisi PKB ini.