Sabtu, 05/11/2016 16:13 WIB
Jakarta - Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden mengatakan bahwa sedianya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (5/11) malam ini bertolak menuju Australia. Namun, melihat situasi, presiden mengurungkan kunjungannya tersebut.
"Presiden menunda kunjungan kenegaraan ke Australia dengan melihat situasi dan kondisi di tanah air yang memerlukan keberadaan Presiden," ucap Bey dalam pernyataannya, Sabtu (5/11).
Presiden, kata Bey, telah menghubungi Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull menjelang siang untuk menyampaikan kabar penundaan kunjungannya tersebut. Presiden juga meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, untuk membahas ulang agenda lawatan presiden ke Australia.
Seperti diketahui, pada Sabtu dinihari Jokowi memanggil sejumlah kabinet kerja, termasuk Kepala BIN Budi Gunawan untuk membahas perkembangan demonstrasi yang dilakukan oleh massa elemen ormas keislaman.
Mekanisme AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU Telah Disepakati
Prabowo Pukul Bedug untuk Buka Muktamar NU ke-35 di Jombang
Warga Terjebak di Balkon Rumah saat Banjir di Perbatasan Nepal-Tibet
Usai rapat terbatas tersebut, Presiden memberikan pernyataan bahwa kasus penistaan agama akan tetap dilanjutkan dan tetap diproses sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
"Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya," demikian Presiden Jokowi dalam pernyataannya yang dibacakan secara langsung.[]