Industri Perfilman Indonesia Sulit Berkembang

Senin, 31/10/2016 16:43 WIB

Jakarta - Pemerintah dinilai belum seriusi kondisi perfilman tanah air. Indikatornya, belum adanya insentif untuk sektor ini.

Kondisi ini justru buat industri perfilman Indonesia sulit untuk berkembang.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf mengatakan, dengan memberikan insentif pajak terhadap para pelaku industri perfilman Indonesia, dapat mempercepat pengembangan dari sektor Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

"Di Asia Pasifik, Indonesia belum memiliki insentif tax, misalnya Malaysia, Thailand itu sudah ngambil dana dari pajak hiburan televisi untuk mendukung industri perfilmannya," ungkap Triawan di Gedung Bina Graha Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016).

Karena menurutnya, perfilman merupakan salah satu sektor yang sangat potensial yang dapat mempengaruhi PDB Nasional.

"Semuanya industri film itu masuk ke dalam startup, tapi hanya di Indonesia negara yang tidak punya kebijakan, misalnya tax insentif untuk produsen film," kata dia.

Meski begitu, dengan terbitnya paket kebijakan jilid X mengenai deregulasi mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI) di sektor industri perfilman, Triawan mengatakan, menjadi suatu harapan dalam mengembangkan dunia perfilman tanah air.

TERKINI
Mode Nostalgia, Mengenang Motor Bekennya Remaja Era 90 dan Awal 2000-an BP BUMN Bakal Rampingkan 44 Entitas Usaha PLN menjadi 23 DPR Sebut Pergantian Pimpinan BGN Langkah Tepat untuk Perkuat Pengawasan KPK Panggil Rita Widyasari dan Ketua PP Japto Soerjosoemarno