Kebijakan Turki Dianggap Kudeta Supremasi Hukum

Senin, 31/10/2016 07:23 WIB

Turki - Pihak Turki menyatakan, kembali  memberhentikan sekitar 10 ribu pegawai negara, 17 ribu orang ditahan,  dan 15 media kena bredel karena dicurigai keterlibatannya dengan organisasi Fetullah Gulen.

Ribuan akademikus, guru, petugas kesehatan, penjaga penjara dan ahli forensik adalah pihak terakhir yang diberhentikan dari tugasnya, menyusul dua keputusan baru pemerintah yang diterbitkan pada Sabtu malam. Pihak oposisi justru menilai hal itu merupakan langkah kudeta itu sendiri.

“Apa yang dilakukan pemerintah dan Erdogan saat ini adalah kudeta langsung terhadap supremasi hukum dan demokrasi,” kata Sezgin Tanrikulu, anggota parlemen dari Partai Rakyat Republik seperti dilansir Reuters.

Polisi sebelumnya menggunakan peluru karet untuk membubarkan ratusan demonstran yang melawan penahanan mereka. 

Keyword : Krisis Turki

TERKINI
Belajar dari Kisah Rasulullah Memperlakukan Istri dalam Rumah Tangga Mengapa Lupus Disebut Penyakit Seribu Wajah? Ini Penjelasannya 10 Contoh Ucapan Hari Lupus Sedunia, Cocok untuk Postingan Medsos Hari Lupus Sedunia Setiap 10 Mei, Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya