Selasa, 13/04/2021 13:13 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Jokowi diungkapkan kerap mengingatkan seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju untuk tidak melakukan korupsi. Karena perbuatan itu hanya menyengsarakan rakyat.
Bahkan diklaim, bahaya korupsi selalu disampaikan berulang kali oleh Jokowi kepada para menterinya dalam setiap kesempatan rapat terbatas kabinet. Jokowi berharap penangkapan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo jadi yang terakhir.
"Saya ingin mengingatkan arahan bapak presiden yang sering disampaikan saat rapat terbatas kabinet yaitu, untuk menciptakan sistem yang menutup celah korupsi, jangan korupsi apapun atas hak rakyat," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam `Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022`, Selasa, (13/4).
Dalam kegiatan bertema “Cegah Korupsi Dari Hulu Ke Hilir” yang diselenggarakan oleh KPK, Moeldoko juga mengatakan, Jokowi juga selalu mewanti-wanti agar pejabat negara tak salahgunakan kewenangan yang muaranya berbuat korupsi.
Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026 Dibuka, Cek Link dan Penempatannya
Menteri PPPA Kuatkan Tata Kelola Daycare Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga
Menteri PPA Kecam Keras Dugaan Penganiayaan terhadap Anak di Daycare Aceh
"Jangan menyalahgunakan kewenangann, jangan mau disuap, serta jangan melakukan pungli. Karena pada dasarnya dan pada akhirnya yang jadi korban adalah rakyat. Kalimat ini sering diulang-ulang oleh bapak presiden. Ini terus menjadi perhatian kami semuanya," kata Moeldoko.
Diketahui, di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin, sudah dua orang yang dicokok KPK karena perkara korupsi. Mereka yakni mantan Mensos Juliari Batubara dan mantan Menteri KKP Edhy Prabowo.
Pada periode pertama, Kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla, juga ada Mantan Mensos Idrus Marham dan mantan Menpora Imam Nahrawi, yang diadili karena kasus korupsi oleh KPK.