AS Perpanjang Pembebasan Sanksi Terhadap Irak Selama Empat Bulan

Kamis, 01/04/2021 11:57 WIB

Jakarta, Jurnas.com - AS memberikan Irak perpanjangan pembebasan sanksi yang memungkinkannya mengimpor gas dari Iran selama empat bulan.

Dilansir Middleeast, Kamis (01/04), pejabat Irak yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan bahwa pengecualian baru yang diberikan oleh pemerintahan Biden memungkinkan Irak untuk mengimpor listrik dan gas dari tetangga timurnya dari awal April hingga awal Agustus.

Periode pengecualian adalah periode paling lama yang diberikan ke Baghdad sejauh ini dan periode maksimum yang diizinkan berdasarkan hukum AS.

Pengecualian baru datang menjelang pertemuan "dialog strategis" antara Washington dan Baghdad, yang dijadwalkan 7 April.

Baghdad sangat bergantung pada Iran untuk mengamankan gas dan listrik untuk memasok sekitar sepertiga dari kebutuhan daya.

Pada akhir 2018, AS memasukkan industri energi Iran ke dalam daftar hitam, tetapi memberikan Baghdad serangkaian keringanan sementara , dengan harapan Irak akan melepaskan diri dari energi Iran dengan bermitra dengan perusahaan-perusahaan AS.

Iran telah menuntut hampir $ 6 miliar tagihan gas yang belum dibayar dari Kementerian Listrik Irak, yang tidak dapat dibayar Baghdad karena sanksi AS

Namun, sumber Barat dan Irak melaporkan bahwa Washington telah memberikan lampu hijau kepada Baghdad untuk melepaskan $ 2 miliar yang terutang ke Iran sebagai imbalan atas impor gas melalui rekening bank Swiss.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian