Pentingnya Literasi di Tengah Banjir Informasi

Rabu, 17/03/2021 18:26 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Membaca berita sama pentingnya dengan melakukan aktivitas yang normal dilakukan manusia (bekerja, makan, tidur dan lain - lain).

Bagi sebagian orang, menjelajahi halaman demi halaman surat kabar di pagi hari sebelum memulai aktivitas, atau tenggelam dalam lautan informasi sambil menyeruput secangkir kopi sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan.

Kebiasaan membaca berita bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang. Mengutip American Press Institute, berita adalah bagian dari komunikasi yang dapat memberikan informasi mengenai sebuah kejadian atau isu yang terjadi di dunia.

Jurnalis asal Amerika Serikat, Ida Tarbell pernah menjelaskan mengenai peran berita sebagai sumber informasi yang penting bagi pembacanya.

“Manusia membaca berita karena mereka memiliki prinsip dan tujuan yang ingin dicapai. Mendapatkan fakta dari berita dapat membantu tujuan tersebut,” tulisnya.

Kebiasaan membaca berita dari media cetak mulai berkurang seiring dengan masifnya penetrasi internet. Menurut survei yang dilakukan oleh American Press Institute, generasi milenial (generasi yang lahir pada awal 1980 sampai awal 2000) memiliki kebiasaan membaca berita yang lebih kecil dibandingkan dengan golongan orang berumur 45 tahun ke atas.

Mengutip artikel “The Threat of Real News and Why We Need It” yang ditulis oleh pakar media Glenn Habrooks, kehadiran sosial media ini mempengaruhi perilaku generasi muda dalam mendapatkan informasi. Kebiasaan membaca berita ini mulai diganti dengan kebiasaan dalam menggunakan internet dan sosial media untuk mendapatkan berita.

Menukil juga survei berjudul “Indonesian News Reading Habits 2017” dari 1022 responden yang diambil dari populasi pengguna smartphone se-Indonesia, responden lebih banyak membagikan link artikel online via Facebook (44.86%) dan WhatsApp Group (28.85%), daripada melalui Twitter (11.76%).

Menjamurnya situs berita di Indonesia sedikit banyak memberi pengaruh pada unsur sosial, politik, ekonomi, sesuai dengan tujuan media massa yakni merawat demokrasi. Namun di waktu yang sama muncul tantangan memilah-milah berita atau informasi dari media daring. Celakanya, siapapun kamu dapat menjadi korban hoaks atau berita bohong. Yang jadi pertanyaan: bagaimana tetap terinformasi namun tidak hanyut dalam banjir informasi? Maka dari itu hadirlah Kurio.

Kurio yang merupakan news aggregator yang bekerja sama dengan ratusan publisher terpercaya di Indonesia berperan sebagai jembatan antara informasi dengan pembacanya. Tim kurasi Kurio secara manual yang dibantu dengan mesin berusaha untuk memilih dan memilah berita yang layak dan penting untuk dibaca.

Dengan begitu, Kurio menjamin bahwa berita atau informasi yang ada di Kurio ini berasal sumber yang dapat dipercaya. Kehadiran Kurio di tengah perkembangan internet diharapkan dapat menjadi pemicu bagi generasi muda untuk mulai kembali menanamkan kebiasaan membaca pada kehidupan sehari-harinya.

Tak hanya berita dan informasi dari partner publisher, kamu juga bisa menikmati informasi Original Kurio lewat informasi dengan visual menarik dari Kliping Kurio dan Podcast favorit untuk membantu Anda tetap terinformasi dengan baik. Mulai dari news, politik, ekonomi, personal finance, kesehatan, parenting, entertainment dan lain sebagainya semua ada di Kurio.

Suka dengan topik-topik tertentu? Pastikan Anda tetap terinformasi melalui fitur For You dalam Aplikasi Kurio. Di versi terbaru Kurio menghadirkan fitur For You yang semakin memudahkan kamu untuk membaca berita yang kamu sukai.

Lewat fitur For You kamu bebas follow berita yang kamu suka karena dengan fitur For You kamu bisa mempersonalisasi media dan topik-topik yang ingin kamu tampilkan.

TERKINI
Ini Alasan Hari Kartini Selalu Identik dengan Kebaya Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya 21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini