Senin, 15/03/2021 05:44 WIB
Yangon, Jurnas.com - Kedutaan Besar China di Myanmar mengatakan, banyak karyawan China terluka dan terjebak ketika pabrik di distrik Hlaing Tharyar di Yangon dijarah dan dihancurkan.
"Beberapa pabrik bisnis China dijarah dan dihancurkan dan banyak staf China terluka dan terperangkap," kata kedutaan tersebut tanpa memberikan rincian cedera, seperti disadur dari Reuters.
Myanmar Now mengutip pernyataan penduduk yang mengatakan tiga pabrik dibakar di Hlaing Tharyar. Tidak jelas apakah itu termasuk dua pabrik garmen yang dibiayai China yang menurut layanan berita pemerintah China CGTN dibakar.
CGTN mengutip kedutaan besar China di Myanmar yang meminta bantuan.
Hari Raya Budha, Mantan Pemimpin Myanmar Dapat Remisi
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi
Jenderal Kejam Diprediksi Bakal Jabat Panglima Militer Myanmar
"China mendesak Myanmar untuk mengambil langkah efektif lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum para pelaku sesuai dengan hukum dan menjamin keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan personel China di Myanmar," kata pernyataan itu.
Dikatakan bahwa pelaku belum diidentifikasi.
Para penentang kudeta telah mengkritik China karena tidak bersikap lebih keras terhadap pengambilalihan militer seperti yang telah dilakukan negara-negara Barat. China mengatakan bahwa prioritasnya adalah stabilitas dan itu adalah urusan dalam negeri Myanmar.