Minggu, 07/03/2021 17:16 WIB
Beijing, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan, sistem pemilihan di Hong Kong harus diperbaiki untuk stabilitas jangka panjang. Menurut dia reformasi akan membawa masa depan yang lebih cerah untuk kota itu.
China memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang keras di bekas koloni Inggris itu tahun lalu, dengan mengatakan itu diperlukan setelah berbulan-bulan protes anti-pemerintah yang terkadang disertai kekerasan.
Berbicara pada konferensi pers tahunannya, Wang mengatakan tidak ada demokrasi di Hong Kong selama masa kolonial, dan China yakin reformasi pemilu akan menguntungkan.
Tindakan China di Hong Kong menuai kecaman Amerika Serikat (AS) dan sekutunya atas kemarahan pemerintah China, yang mengatakan masalah Hong Kong adalah masalah internal yang tidak berhak diganggu oleh orang asing.
Korban Tewas Banjir Nepal Tembus 1.385 Orang, Ribuan Lainnya Masih Hilang
Mahfuz Sidik Prediksi akan Terjadi Perang Dingin antara AS dan China
10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal
Pada Minggu (7/2), Wang mengatakan perubahan pada sistem pemilihan adalah konstitusional dan dibenarkan.
Para pendukung undang-undang keamanan mengatakan undang-undang tersebut diperlukan untuk memulihkan stabilitas di Hong Kong setelah berbulan-bulan protes pro-demokrasi. (REUTERS)