Sabtu, 06/03/2021 12:41 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 21,5 juta masyarakat lanjut usia (lansia), sebagai penerima vaksin Covid-19 gelombang kedua.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. dr. Abdul Kadir beralasan sekitar 10,7 persen kasus Covid-19 terjadi pada lansia.
Sementara jumlah lansia saat ini sebanyak 26,82 juta jiwa, total kematian akibat Covid-19 pada lansia mencapai 47,3 persen. Karena itu dinilai penting untuk dilakukan vaksinasi.
"Saat lansia ingin melakukan vaksinasi, tentunya mereka harus melakukan skrining. Karena pada orang tua itu banyak sekali komorbid. Kemudian melakukan pendaftaran secara online atau melalui instansi," kata Prof. Kadir dalam webinar `Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia: Bagaimana Implementasi di Lapangan` beberapa waktu lalu melalui live streaming YouTube Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).
Kemenkes Catat Penurunan Kasus Campak, Pastikan Surveilans Tetap Ketat
Dokter dan Nakes Rentan Tertular Campak, Kemenkes Terbitkan SE Kewaspadaan
Kemenkes Deteksi Hampir 10 Persen Anak Indonesia Alami Cemas dan Depresi
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menambahkan, hingga saat ini sudah 150.000 lansia yang divaksinasi.
Dia mengatakan, pemerintah menargetkan vaksinasi pada lansia yang terdapat di ibu kota provinsi dan kabupaten, karena sebagian besar lansia berada di ibu kota provinsi dan kabupaten.
Nadia memastikan sejauh ini kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) hanya bersifat lokal, yaitu rasa pegal akibat bekas suntikan dan kemerahan. Kondisi ini tidak terjadi pada vaksin Sinovac, tapi juga vaksin lainnya.
"Pada prinsipnya pemberian vaksin pada lansia ini kita harus memastikan terkait kerentaan, kemudian terkait komorbid dan penyakit kronik. Kronik ini misalnya hipertensi, gula darah, asma," terang Nadia.