Jum'at, 26/02/2021 14:38 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Seorang pencari suaka asal Afghanistan berusia 26 tahun yang sedang hamil delapan bulan membakar tendanya dalam upaya untuk membakar dirinya hidup-hidup di sebuah kamp di pulau Lesvos Yunani.
Dilansir Middleeast, Jumat (26/02), wanita itu membakar dirinya pada hari Minggu pagi di kamp migran Kera Tepe. Akibat hal itu ia pundibawa ke rumah sakit dan dibebaskan pada Rabu (24/02) lalu.
Penduduk kamp lainnya, polisi dan petugas pemadam kebakaran terpaksa ikut membantu memadamkan api yang mulai membesar.
Pihak berwenang telah memintanya untuk tinggal di Yunani sampai anaknya lahir, tetapi dia tidak memahami ini.
PBB Sebut Kapasitas Penampungan Pengungsi di Lebanon Lampaui Batas
Balada Sepatu Rusak dan Pakaian Usang di Gaza, Beli Baju untuk Anak atau Seminggu tak Makan?
Ilmuwan Oxford Pelajari Efek Varian COVID-19 terhadap Wanita Hamil
Menurut informasi dari rumah sakit, wanita tersebut dilaporkan menderita masalah kesehatan mental setelah permintaannya untuk dipindahkan ke Jerman ditolak.
Dia akan bersaksi di depan Kantor Kejaksaan hari ini karena dituduh melakukan pembakaran, media lokal melaporkan.
November lalu, Komite Eropa untuk Pencegahan Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman yang Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat (CPT) mengatakan dalam sebuah laporan bahwa kondisi di mana para migran dan pengungsi ditahan di fasilitas penahanan Yunani tidak manusiawi dan merendahkan martabat.
Panggilan sekarang dibuat agar kesehatan mental pencari suaka diperhitungkan dan agar mereka diberi perawatan yang memadai.
Keyword : Wanita Hamil Kamp Pengungsian Wilayah Yunani