Sabtu, 13/02/2021 15:34 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komite IV DPD RI, Abdul Hakim melaksanakan kunjungan dan temu warga dalam dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat dan daerah dalam masa reses di Balai Desa Rejomulyo, Lampung Selatan, kemarin.
Menurut dia, potensi produksi sabun ibu-bu di Desa Rejomulyo dapat dikembangkan. Ke depan apabila sudah mendapatkan pasar, tinggal bagaimana produk ini mampu bersaing di kelasnya dengan memenuhi beberapa standard mutu untuk menunjang kepercayaan publik terhadap produk sabun PKK Desa Rejomulyo.
“Kami Ingin menyerap aspirasi sekaligus secara langsung akan membantu permasalahan dan kendala di masyarakat dan kami hadirkan mitra kami yaitu PNM dan PLUT untuk mengembangkan usaha produksi sabun ibu2 PKK,” ungkap dia dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (13/2).
Sementara itu Ketua Tim Pembina PKK Unila, Teguh Hendrayanto mengatakan, potensi ekonomi dari pengelolaan produk sabun jika dilakukan secara mandiri oleh desa maka akan meningkatkan ekonomi warga masyarakat desa Rejomulyo. Misal 1 KK mengeluarkan biaya rutin 50 ribu per bulan untuk membeli sabun, maka jika 1.000 KK akan ada dana Rp50 juta per bulan dan Rp600 juta dalam setahun yang beredar di desa Rejomulyo.
1500 UMKM Ramaikan Fesitaval 1001 Malam, Lampung Timur Bidik Desa Mandiri
HUT 27 Lampung Timur, Bupati Dorong Geliat Ekonomi Datangkan 1001 UMKM
Pemerintah Diminta Intervensi Lonjakan Harga Plastik yang Tekan UMKM
“Ini potensi dana yang sangat besar,”sambung.
Senada dengan itu, Ketua kelompok Ketua PKK RejomulyoSiti Holliah mengatakan, sejauh ini pihaknya masih kurang percaya diri menjangkau pasar luas.Sebab, belum ada izin produk dan keamanannya.
“Harapannya dari pertemuan ini kami mendapatkan titik terang dalam hal bantuan untuk membentuk UMKM yang memiliki izin usaha dan kemasannya agar produk bisa dijual keluar dan menjadi penghasilan tambahan,” tandasnya.
Keyword : Warta DPD Lampung Selatan Desa Rejomulyo UMKM Sabun