Selasa, 02/02/2021 18:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) menegaskan pentingnya peranan perempuan dalam membangun sistem politik, pembuatan kebijakan, maupun dalam proses pembangunan.
Gus AMI yang juga Wakil Ketua DPR RI menjelaskan, banyak contoh yang membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pemimpin sukses di belahan dunia, terutama setelah memasuki tahun 1979.
Ia menyebut contoh, misalnya Margaret Teacher sebagai perdana menteri perempuan pertama di Inggris 1979. Kemudian Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Singapura Halimah Yacob, PM Taiwan Tsai Ing-wen, bahkan PM Finlandia Sanna Marin menjadi pemimpin termuda di dunia, berusia 34 tahun saat terpilih pada 2019 lalu.
"Ini menunjukkan bahwa perempuan merupakan faktor penting dalam politik, kebijakan, serta dalam pembangunan," kata Gus AMI dalam Webinar bertajuk Meningkatkan Peran Partai Politik dalam Mendorong Kebijakan Inklusif Melalui Partisipasi Perempuan, Selasa, (2/1/2021).
Tokoh yang dikenal rajin sowan ke pesantren-pesantren ini menyebut perbedaan genser tak lagi menjadi alasan diskriminatif. Karena itu, lanjutnya, PKB memegang berkomitmen dalam mengajak perempuan untuk berperan aktif dalam kancah politik dan pembangunan Indonesia.
"Sejak didirikan pada 1998 silam dan selaku sub sistem dalam politik Indonesia, PKB memiliki komitmen untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sistem politik," tegas Gus AMI.
Perhatian PKB terhadap partisipasi perempuan ini, paparnya, tercermin dari peningkatan keterwakilan perempuan dalam pemilu, yakni sebanyak 20,5 persen dalam pemilu 2019 dari periode sebelumnya yang berjumlah 17,6 persen.
"PKB berharap keterwakilan perempuan terus meningkat bahkan saya trus mendorong bukan semata konteks representasi tapi karena konkrit untuk partisipasi politik dan kebijakan," tandas Gus AMI.