Dampak Pandemi, AirAsia Group Sulit Atur Cash Flow

Jum'at, 22/01/2021 18:28 WIB

Jurnas.com -  AirAsia Group berencana untuk melakukan private placement untuk mengumpulkan hingga 454,5 juta ringgit ($ 113 juta) guna memenuhi persyaratan arus kas (Cash Flow) jangka pendek perusahaan.

Maskapai penerbangan asal Malaysia ini pada Kamis (21/1/2021), melaporkan kerugian kuartalan kelima berturut-turut akibat pandemi.

AirAsia telah berusaha mengumpulkan 2,5 miliar ringgit dari pinjaman dan investor,” demikian seperti yang dilansir Reuters, Jumat (22/1/2021).

Maskapai ini memerlukan penerbitan hingga 20% dari total saham yang ada, atau 668,4 juta saham, untuk ditempatkan dengan investor pihak ketiga.

Penerbitan dapat dilaksanakan dalam beberapa tahap, dalam waktu enam bulan setelah persetujuan peraturan.

AirAsia mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk penyelesaian lindung nilai bahan bakar, pembayaran sewa dan pemeliharaan pesawat, biaya pengembangan teknologi, biaya ekspansi produk dan pasar, biaya pemasaran dan modal kerja umum.

“Penempatan pribadi yang diusulkan tidak akan sepenuhnya mengatasi masalah keuangan Grup saat ini karena perkiraan pendapatan kotor hingga sekitar 454,51 juta ringgit tidak akan cukup untuk memenuhi persyaratan arus kas jangka panjang,” demikian manajemen AirAsia

AirAsia mengatakan akan terus menjajaki opsi penggalangan dana atau proposal perusahaan lainnya untuk meningkatkan kinerja keuangan grup dalam jangka panjang.

TERKINI
Israel Serang Lebanon Selatan dan Timur, Enam Orang Tewas Perluas Pasar, ASDP Ikutkan UMKM Binaan ke Inabuyer 2026 Trump Siap Hentikan Perang Jika Iran Patuhi Kesepakatan Baru Kronologi Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki yang Tewaskan 16 Orang