Senin, 17/10/2016 15:07 WIB
Paris - Enam bulan jelang pemilihan umum (pemilu) presiden di Perancis, ribuan orang melakukan pawai (long march) di Paris, menuntut agar pemerintah mencabut undang-undang yang mengesahkan pernikahan sesama jenis.
Dikutip dari NBC, Minggu (16/10), para pendemo juga memprotes kebijakan tentang penggunaan alat bantu reproduksi dan ibu pengganti untuk membantu pasangan sesama jenis memiliki anak. Di Perancis alat tersebut hanya diperbolehkan bagi pasangan heteroseksual yang kurang subur, dan bukan pasangan sejenis.
Pendemo yang datang mengaku mewakili keluarga tradisional dengan model satu ibu dan satu ayah. Kritik tersebut diharapkan dapat memengaruhi hasil debat kandidat sebelum pelaksanaan pemilu tahun depan.
Pada 2013 silam, undang-undang yang mengesahkan pernikahan sesama jenis telah memicu protes dari sebagian besar masyarakat di Perancis.
Ronaldo: Saya Tahu Orang Argentina dari Tatapannya Saja
Masa Depan Barcola Masih Buram, Arsenal dan Liverpool Bersiap
Kebakaran TPA Tak Kunjung Padam, BNPB Kerahkan Helikopter
Keyword : Pernikahan Sejenis Paris Jurnas Gay Lesbian