Rabu, 13/01/2021 17:03 WIB
Moskow, Jurnas.com - Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny akan terbang kembali ke Rusia pada 17 Januari 2021 mendatang dari Jerman, tempat dia dirawat setelah diracuni.
Navalny, salah satu kritikus utama Presiden Rusia Vladimir Putin, diterbangkan ke Jerman untuk perawatan pada Agustus 2020 lalu.
Dia pingsan di pesawat yang menurut Jerman dan negara-negara Barat lainnya sebagai upaya untuk membunuhnya dengan racun saraf Novichok. Otoritas Rusia menyangkal keterlibatan dalam insiden tersebut.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (13/1), Navalny menulis di Instagram bahwa kesehatannya hampir sepenuhnya pulih, dan mengatakan sudah waktunya untuk kembali ke Rusia meskipun berbagai ancaman hukum menimpanya.
Trump Sebut Ukraina takkan Terjadi jika Rusia Masih di G8
Uni Eropa Tegaskan Dukungan untuk Ukraina, Desak Rusia Gencatan Senjata
Kejar Swasembada Energi, Menlu RI Dorong Kerja Sama Nuklir dengan Rusia
Navalny merupakan salah satu target pembunuhan menggunakan racun Novichok yang diduga didalangi oleh pemerintah Rusia. Sebelumnya, mantan intelijen Moskow, Sergei Skripal dan putrinya Yulia Skripal juga selamat dari percobaan pembunuhan tersebut.
Keyword : Racun Saraf Novichok Rusia Alexei Navalny