Yordania Setujui Penggunaan Vaksin China Sinopharm

Sabtu, 09/01/2021 22:35 WIB

Amman, Jurnas.com - Pemerintah Yordania menyetujui penggunaan vaksin asal China, Sinopharm untuk penggunaan darurat, setelah sebelumnya memberi lampu hijau pada Pfizer-BioNTech.

"Penggunaan darurat vaksin Sinopharm untuk melawan virus corona baru telah diizinkan," kata kepala administrasi Makanan dan Obat Yordania, Nizar Mheidat dikutip dari AFP pada Sabtu (9/1).

Vaksin Sinopharm asal China mengklaim bahwa vaksinnya memiliki tingkat kemanjuran 79 persen. Menteri Kesehatan Yordania, Nazir Obeidat mengatakan akhir bulan lalu bahwa kerajaan telah memesan satu juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech.

Dia juga berharap untuk mengakses 650.000 dosis vaksin AstraZeneca/Oxford melalui program Covax global, dan bahwa negara tersebut memiliki kesepakatan dengan grup AS Johnson & Johnson.

Tanggal dimulainya kampanye vaksinasi di Yordania, yang awalnya menargetkan 20-25 persen dari 11 juta populasinya, masih belum diumumkan.

Otoritas kesehatan memperkirakan vaksin Pfizer/BioNTech akan tiba di negara itu pada akhir Januari atau awal Februari. Pusat kesehatan di seluruh negeri akan dilibatkan dalam peluncuran tersebut.

Menteri Kesehatan Yordania mengatakan pada November bahwa vaksin akan didistribusikan secara gratis kepada warga Yordania dan warga asing.

Kerajaan Hashemite telah secara resmi mendaftarkan lebih dari 305.000 kasus virus korona baru dan hampir 4.000 kematian.

TERKINI
Ngenes! 5 Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Piala Dunia Rutin Bersepeda Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Stroke, Benarkah? Hari Sepeda Sedunia Setiap 3 Juni, Ini Sejarah hingga Tujuannya Ini Asal Usul Penamaan Kota Bogor yang Jarang Diketahui