Rabu, 23/12/2020 12:47 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan komitmennya untuk menjadi menteri semua agama. Menurutnya, tidak boleh ada perbedaan perlakuan dan diskriminasi bagi semua agama di Indonesia.
Hal itu disampaikan usai serah jabatan antara Menag terdahulu, Fachrul Razi kepada Menag Yaqut di Kantor Kemenag, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada Rabu (23/12).
"Tidak boleh ada perbedaan, tidak boleh ada diskriminasi bagi semua agama di Indonesia," tegas menag yang akrab disapa Gus Yaqut.
Melalui Kemenag, Menag ingin menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Caranya, dengan menumbuhkan sikap saling menghormati antar pemeluk, antar mereka yang berbeda keyakinan.
Menag: Ekosistem Halal Harus Mencakup Halal, Thayyib, dan Mubaarak
KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026
Menag Ajak Umat Buddha Tebar Kebajikan hingga Jaga Perdamaian Dunia
"Mereka yang bukan saudaramu dalam iman adalah saudaramu dalam kemanusiaan," tuturnya.
"Toleransi tingkat tinggi ini harus diteladankan dari Kementerian Agama. Saya tidak ingin dari Kemenag justru muncul cara-cara diskriminatif antara satu dengan lainnya," sambungnya.
Gus Yaqut ingin menjadikan Kemenag sebagai kementerian semua agama. Menag akan berusaha mengembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan.
"Kita kembalikan agama pada fungsinya yang mendamaikan, sebagai jalan untuk melakukan resolusi konflik atas semua persoalan," ujarnya.
"Kita akan menolak gerakan yang ingin menjadikan agama sebagai sumber konflik dan perpecahan. Semua harus berangkat dari Kemenag ini," tandasnya.
Keyword : Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Diskriminasi