Dokumen Vaksin COVID-19 Moderna Jadi Sasaran Serangan Siber

Selasa, 15/12/2020 08:54 WIB

Washington, Jurnas.com - Moderna Inc mengatakan telah diinformasikan oleh European Medicines Agency (EMA) dokumen tertentu terkait dengan pembicaraan pra-pengajuan calon vaksin COVID-19 diakses secara tidak sah dalam serangan siber pada regulator obat.

Dilansir dari Reuters, EMA, yang menilai obat-obatan dan vaksin untuk Uni Eropa, mengatakan awal bulan ini bahwa mereka telah menjadi sasaran serangan siber, yang juga memberikan akses kepada peretas ke dokumen terkait pengembangan vaksin Pfizer Inc dan BioNTech COVID-19.

Moderna mengatakan pengajuannya ke EMA tidak menyertakan informasi apa pun yang mengidentifikasi peserta studi individu dan saat ini tidak ada informasi bahwa ada peserta yang diidentifikasi dengan cara apa pun.

Sebagai informasi, Moderna dan Pfizer merupakan dua vaksin terdepan dalam memerangi COVID-19 di dunia. Pfizer sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Sementara Moderna akan mendapatkan kepastian izin dari Food and Drug Administration (FDA), AS, pada 17 Desember 2020. Kedua vaksin ini menunjukkan kemanjuran di atas 94% melawan COVID-19.

TERKINI
OTP Keberangkatan Jamaah Haji dari Bandara InJourney Airports Capai 96% Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Ingatkan Bahaya Haji Ilegal dan Cuaca Ekstrem Tahun 2025, Tingkat Kecelakaan ASDP 0,220 Persen Gema Waisak, Menag Sebut Pindapata Ajarkan Kesederhanaan dan Kebijaksanaan