Sabtu, 12/12/2020 10:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sejumlah petani masih mengeluhkan mahalnya harga pupuk yang tidak sebanding denga harga komoditas petani saat musim panen.
Di laman Fecebook Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang mengunggah tautan berjudul "Gairahkan Agrowisata Jatiluwih, Mentan SYL Dorong Mina Padi" para petani menyampaikan keluhan perihal mahalnya pupuk.
"Aku bergairah bertani, tapi aku sedih karena harga padi tak sebanding dengan harga pupuk," tulis Zheini Fira dengan emotikon sedih.
Netizen lain mengatakan, sebenernya program-program Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo sudah bagus, hanya saja masih sekadar terori.
Kementan Dorong Penyuluh Tak Kendor Dampingi Petani Implementasikan Genta Organik
Kementan Paparkan Peran Penyuluh Pertanian Hadapi Pupuk Mahal
Kementan Masifkan Penyuluhan Genta Organik, Solusi Pupuk Mahal
"Yang enak yang di atas, karena nggak tau bener kondisi yang di bawah, pupuk susah, tak guna kartu tani. Semua program bagus tapi hanya sekedar teori," tulis Bang Sabri.
"Benar Bang Sabri program bagus cuma buat pencitraan. Cekrek sana cekrek sini posting ke media. Yang terjadi sebenarnya petani sedang dipersulit. Pupuk orea. Phonska dan TSP yang biasa di pake petani padi malah di kios-kios ditiadakan," kata Wahyu Nya Gakk Takut menambahkan.
Selain itu, ada juga netizen yang menyebut Mentan, Kabinet Indonesia Maju pencitraannya lebih parah dibandingkan Kabinet Kerja.
"Pencitraan mulu Bapak SYL ini. Lebih parah dari Pak Amran malahan. Kostratani masak nggak bisa mengendus fakta sulitnya petani mendapatkan pupuk subsidi. Di kios tani kosong pupuk pak," tulis Arif Rahman Hakim Axogy.
Meski begitu, ada juga wargatnet yang memberikan semangat kepada mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu. "Semangat Bapak Mentan sukses para petani kita," tulisnya.