Produsen India Ajukan Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Senin, 07/12/2020 15:42 WIB

Bengaluru, Jurnas.com - Serum Institute of India, produsen vaksin terbesar di dunia berdasarkan volume telah meminta izin penggunaan darurat di negara itu untuk kandidat vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca.

Vaksin percobaan dapat disimpan pada suhu dua hingga delapan derajat Celcius dan dapat didistribusikan dengan lebih mudah di India, yang memiliki jumlah infeksi tertinggi kedua di dunia.

Dilansir dari Reuters, langkah Serum Institute ini mengekor Pfizer Inc yang mengajukan izin serupa untuk kandidat vaksin virus corona pada hari Sabtu (5/12) lalu.

Kepala Eksekutif Serum Institute Adar Poonawala mentweet pada Senin (7/12) bahwa langkah tersebut akan menyelamatkan banyak nyawa, tetapi tidak memberikan rincian lainnya.

Sebelumnya pada hari itu, laporan media, mengutip lembaga domestik Press Trust of India (PTI), mengatakan Serum Institute diterapkan pada Pengawas Obat Jenderal India, dengan alasan kebutuhan medis yang tidak terpenuhi karena pandemi dan untuk kepentingan masyarakat luas.

Aplikasi perusahaan menyatakan bahwa data dari empat studi klinis, dua di Inggris dan masing-masing satu di Brasil dan India menunjukkan bahwa vaksin, Covishield, sangat efektif melawan infeksi COVID-19 yang parah.

Selama akhir pekan, penasihat kesehatan pemerintah India terkemuka mengatakan dalam sebuah wawancara TV bahwa Pfizer telah mengajukan izin penggunaan darurat, menjadikannya yang pertama melakukannya di negara tersebut.

"Kami tetap berkomitmen untuk terlibat dengan Pemerintah India dan menjajaki peluang untuk membuat vaksin ini tersedia untuk digunakan di negara tersebut," kata juru bicara Pfizer kepada Reuters.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian