Tangis Haru Warnai Malam Penutupan `Sehari Jadi Menteri`

Rabu, 12/10/2016 01:03 WIB

Jakarta – Terlanjur akrab dan terbiasa mencurahkan kegembiraan bersama-sama selama hampir 6 hari, tangis anak-anak ‘Sehari Jadi Menteri’ pecah seketika. Naik ke atas panggung menggunakan pakaian adat daerah, setiap anak awalnya mengenalkan diri dan filosofi baju yang mereka kenakan masing-masing.

Penonton mulai menyambut riuh ketika Wahyu Ramadhan Harahap (16) asal Sumatera Utara mulai memperkenalkan dirinya. Datang dari barat Indonesia, Wahyu yang kental dengan logat batak ini secara tiba-tiba berteriak “Horas”. Sontak penonton tertawa dan mengikuti yel-yel khas medan tersebut.

Ketika giliran perkenalan jatuh kepada Yokbet Merauje (15) asal Papua, tangis haru mulai bermunculan. Gadis yang memiliki nama panggilan Yoke tersebut menangis setelah menceritakan pengalamannya selama 6 hari.

“Aku kesini untuk bawa semangat anak-anak Papua agar didengar oleh pemerintah. Ketika aku bisa terpilih, aku sangat bersyukur kepada Tuhan,” terang Yoke saat ditanya oleh Jurnas.com, Selasa (11/10), di Jakarta.

Tidak hanya berhenti sampai di Yoke, peserta selanjutnya juga menceritakan kesan-kesan mereka sambil menitikkan air mata. Walhasil, pementasan yang awalnya penuh tawa dan tepuk tangan, berakhir haru dan pelukan selamat tinggal, karena esok mereka harus meninggalkan Jakarta menuju ke tanah kelahiran masing-masing.

TERKINI
Ini Golongan yang Berhak Menerima Daging Kurban Sesuai Syariat Islam KPK Periksa Pengusaha Heri Black Terkait Korupsi Bea Cukai KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Korupsi Kuota Haji Positif Narkoba, Masinis Tabrakan Maut di Bangkok Jadi Tersangka