Fadel Muhammad : Pilih Pemimpin Yang Pro Terhadap Petani Dan Pertanian Indonesia

Senin, 30/11/2020 22:59 WIB

Padang, Jurnas.com - Jelang Pilkada serentak 9 Desember yang akan datang, Wakil Ketua MPR RI Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan. Fadel juga meminta masyarakat memilih kandidat yang memperhatikan dan memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian. Ini penting agar sektor pertanian di daerah - daerah menggeliat lalu bangkit kembali.

"Pilihlah calon kepala daerah yang memiliki kepedulian dan visi misi disektor pertanian. Jangan memilih kepala daerah yang hanya bisa mengobral janji, atau omong doang. Kita memiliki banyak daerah yang subur, tetapi produktivitasnya jauh dari memuaskan," kata Fadel Muhammad menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan Fadel Muhammad usai penanaman pohon manggis secara simbolis dalam rangka Dies Natalis ke-66 Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Penanaman pohon manggis, tersebut berlangsung di Depan Convention Hall Universitas Andalas Padang, Senin, (30/11/2020).

Menurut Fadel, dunia pertanian Indonesia sudah waktunya bangkit. Apalagi Indonesia memiliki modal disektor pertanian yang cukup besar. Meliputi lahan yang luas dan subur, juga jumlah petani yang cukup banyak.

"Kita tidak boleh terus tertinggal dengan negara - negara yang pertaniannya maju, seperti Brazil dan Argentina. Kita harus mampu mengejar ketertinggalan, untuk menjadi negara yang memiliki sektor pertanian yang kuat," kata Fadel Muhammad lagi.

Fadel mengajak pihak perguruan tinggi seperti Fakultas Pertanian Universitas Andalas terlibat lebih jauh dipembangunan sektor pertanian. Ini penting agar produktivitasnya dilahan - lahan pertanian mengalami peningkatan. Sehingga petani pun dapat meningkatkan kesejahteraannya.

TERKINI
Bacaan Idgham Bighunnah dalam Al-Qur`an dan Cara Membacanya Catat Ya! Ini Doa Setelah Membaca Al-Qur`an Lengkap dengan Artinya 25 Kata-Kata Mutiara Umar bin Khattab yang Penuh Makna 11 Tempat Bersejarah di Yogyakarta yang Sarat Nilai Budaya