Pemerintah Diwanti-wanti, Teror Sigi Bisa Buat Rakyat Hilang Kepercayaan

Senin, 30/11/2020 16:41 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Aksi teror berupa pembakaran gereja pos pelayanan dan pembunuhan empat jemaat gereja tersebut di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (27/11) siang terus menuai kritik dan panen hujatan.

Peristiwa tersebut juga menuai kecaman dari Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung dalam keterangan resminya, Senin (30/11). 

“Ini jelas aksi teror. Sangat biadab dan saya pribadi sangat mengutuk keras,” tegasnya.

Negara, lanjut politisi NasDem ini, harus tegas mengatasi tindak teror yang diduga ulah kelompok teroris ini. Apalagi, kejadian seperti ini bukanlah kasus pertama di Indonesia.

“Ini tidak boleh main-main. Kami dari Partai NasDem meminta kepada Kapolri beserta jajarannya, begitu juga Panglima TNI beserta jajarannya, untuk segera menangkap dan mengusut para pelaku hingga ke akar-akarnya. Jangan sampai hilangnya rasa kepercayaan masyarakat,” tegas Martin.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu juga meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada aparat negara.

“Kita doakan semoga aksi teror ini dapat diusut dan dituntaskan. Untuk para korban, kami dari Partai NasDem turut berduka cita dan keluarga yang ditinggal segera mendapat penghiburan. Kami akan terus menyuarakan perlawanan aksi teror seperti ini,” kata Martin Manurung.

Aksi teror itu terjadi di Gereja Pos Pelayanan Lewonu Lembantongoa, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng pada Jumat (27/11). Empat jemaat ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Selain membakar gereja pos pelayanan, para pelaku yang kini masih dalam pengejaran Satgas Tinombala itu juga membakar enam rumah warga yang juga berada di areal gereja tersebut.

 

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya