Selasa, 24/11/2020 18:28 WIB
Medan, Jurnas.com - Aktifitas bongkar muat barang dan peti kemas di Pelabuhan Belawan mengalami penurunan hingga 12 persen selama pandemi Covid-19 berlangsung sejak awal tahun lalu.
Hal ini dipengaruhi karena kegiatan ekspor impor barang dan perdagangan antar wilayah di dalam negeri melalui Pelabuhan Belawan selama pandemi juga mengalami penurunan.
"Menurunnya aktifitas ekspor impor dan terjadinya penurunan ekonomi di dalam negeri sepanjang 2020, berdampak pada sejumlah aktivitas bisnis, termasuk kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Belawan yang menurun hingga 12 persen," kata Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kota Medan, Surianto, Selasa (24/11), di Medan.
Padahal, ujarnya, sebagai pelabuhan internasional, Belawan merupakan pintu masuk barang atau produk dalam negeri dan luar negeri, sehingga ikut menopang ekonomi Sumatera Utara terkhusus Kota Medan.
Wamendikdasmen Tinjau Langsung Pelaksanaan TKA SD di Medan
Amsal Sitepu Buka Kronologi Kasus di Komisi III: 131 Hari Ditahan
Amsal Sitepu Bebas, DPR: Hakim Tunjukkan Kepekaan pada Kerja Kreatif
Namun, dengan wabah pandemi corona yang terjadi sejak awal Maret 2020, mengakibatkan terjadi penurunan aktivitas di wilayah pelabuhan, termasuk untuk bongkar muat.
"Selama Covid-19 ini kami terdampak sekali untuk kegiatan bongkar muat," ungkap Surianto.
Apalagi, lanjutnya, kondisi saat ini semakin diperparah dengan terjadinya resesi ekonomi secara global. "Saat ini terjadi resesi ekonomi di dunia, dan kami pasti sangat terdampak," paparnya.
Untuk bisa bertahan disaat kondisi seperti ini, menurutnya, pihaknya lebih mengoptimalkan alur distribusi pasokan barang antar pulau.
"Saat ini, distribusi barang antar pulau melalui laut sedikit membantu kita untuk aktifitas bongkar muat di pelabuhan, karena kegiatan bongkar muat barang untuk ekspor impor berkurang," katanya.
Keyword : Medan Pelabuhan Belawan Surianto