Rabu, 04/11/2020 09:53 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune dinyatakan positif COVID-19, tetapi kondisinya berangsur-angsur membaik saat ia menerima perawatan di rumah sakit Jerman.
Dilansir Middleeast, Rabu (04/11), Otoritas Aljazair sebelumnya mengatakan Tebboune berada di Jerman untuk pemeriksaan medis ketika dia terbang ke sana pekan lalu, setelah mengatakan orang-orang di pemerintahannya terkena virus corona.
Tebboune, 75 tahun, terpilih kurang dari setahun yang lalu ketika Aljazair menghadapi krisis politik terbesarnya dalam beberapa dekade dengan gerakan protes massal yang menuntut penggantian seluruh kelas penguasa.
Didukung oleh militer yang kuat, dia mendorong perubahan pada konstitusi sebagai bagian dari strategi untuk membalik halaman kerusuhan. Namun meski telah disetujui dalam referendum pada hari Minggu, partisipasi pemilih sebesar 23,7% sangat rendah.
Salah Urus Pandemi COVID-19, AS Resmi Keluar dari WHO
Muncul Hobi Baru pasca Pandemi, Ternyata Ada Alasannya
Kirim Surat ke DPR, OJK dan Parekraf, DNA Production Menyayangkan Perlakuan Sebuah Bank Swasta
Ketidakhadirannya karena sakit dapat memperlambat upaya Aljazair untuk sementara itu meloloskan reformasi ekonomi yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada pendapatan energi yang semakin berkurang.