Senin, 02/11/2020 16:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sekitar 50.000 orang berunjuk rasa di ibu kota Bangladesh, Dhaka pada Senin (02/11) menyerukan kritik terhadap Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Dilansir Al-Arabiya, Senin (02/11), para demonstran membentuk barisan dengan membawa spanduk bertuliskan anti Prancis dan poster Presiden Macron.
Selain itu, para demonstran juga menyeru untuk memboikot produk-produk Prancis yang ada di negara tersebut.
Polisi memperkirakan sekitar 50.000 orang ambil bagian dalam protes tersebut. Namun
pihak penyelenggara mengatakan lebih dari 100.000 orang ambil bagian.
KontraS Catat Ada 8 Orang Hilang Usai Gelombang Demo
Kemdikdasmen Terbitkan Surat Edaran Pembelajaran selama Demonstrasi
Sebanyak 5.021 Aparat Gabungan Amankan Demo Tolak RUU TNI di DPR
Sebelumnya, Macron menjadi buah bibir di seluruh dunia, khususnya negara-negara muslim lantaran memberikan pernyataan yang provokatif dengan menyebut Islam sedang dalam krisis.