Golkar: Ahok bukan Nabi dan Superman

Kamis, 06/10/2016 15:59 WIB

Jakarta - Selama memimpin DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai calon petahana, kinerja Ahok-Djarot/" style="text-decoration:none;color:red;">Ahok-Djarot menjadi tolak ukur keterpilihan di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Fayakhun mengatakan, Ahok-Djarot/" style="text-decoration:none;color:red;">Ahok-Djarot sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Baik secara kinerja maupun etika komunikasi dengan warga dan bawahannya.

"Kita semua kenal Ahok. Dia bukan nabi, dia bukan superman. Tinggal kita sekarang dengan Pak Ahok sudah lima tahun jadi wagub sampai gubernur," kata Fayakhun, di Kantor DPD Golkar DKI, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (6/10).

Untuk itu, Fayakhun mempersilahkan warga DKI menentukan pilihannya terhadap tiga kandidat calon gubernur. Sehingga, jika tidak puas dengan kinerja Ahok, maka warga Jakarta memiliki dua pilihan lainnya.

"Soalnya ini kan incumbent, apa yang dikerjakan kan publik lihat langsung. Kalau sudah puas pilih lagi, kalau tidak puas ya tidak usah dipilih. Kan ada yang lainnya," tegasnya.

TERKINI
Ini Alasan Hari Kartini Selalu Identik dengan Kebaya Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya 21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini