Rabu, 05/10/2016 11:30 WIB
Berlin - Pendiri WikiLeaks, Julian Assange berjanji akan membocorkan satu juta dokumen yang terkait dengan pemilu Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan mendatang. Berbicara melalui link video pada Selasa (4/10), Assange membantah bahwa bocoran tersebut ditujukan untuk merusak citra calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
Clinton sebelumnya sempat mengutuk kerja kelompok WikiLeaks, setelah beredarnya serentetan rilis yang berhubungan dengan Komite Nasional Partai Demokrat sebelum pelaksanaan konvensi politik pada musim panas silam. Assange diketahui geram setelah Clinton menyatakan bahwa mengakses data WikiLeaks dapat membawa pengguna pada suatu perangkat lunak yang berbahaya.
Dikutip dari Reuters, Assange mengatakan bahwa materi bocoran tersebut akan fokus pada perang, senjata, minyak, pengawasan massa, raksasa teknologi Google dan pemilu AS. Meski menolak memberikan keterangan rinci, Assange tetap membantah bahwa materi pemilu AS tidak ditujukan untuk menjatuhkan Clinton.
“Beberapa orang telah keliru dengan pernyataan saya dan publikasi di WikiLeaks bahwa kami atau saya berniat untuk menyakiti Hillary Clinton, atau bahwa saya tidak suka Hillary Clinton. Semua itu salah,” ujarnya.
Serangan Drone, Kilang Minyak di Rusia Alami Kebakaran
Naas, Pengendara Motor Tewas di Tempat Usai Terlindas Truk
Detik-detik Mobil Tahu Bulat Terguling di Pasuruan
Assange (45 Tahun), saat ini menetap di kedutaan Ekuador di London untuk mencari suaka perlindungan, dan menghindari kemungkinan ekstradisi ke Swedia. Dia mengatakan bahwa bocoran pemilu ini sangat penting, dan akan keluar sebelum pemilihan presiden AS pada 8 November.
Pada 2010, WikiLeaks merilis lebih dari 90.000 dokumen rahasia atas kampanye militer yang dipimpin oleh AS di Afghanistan. WikiLeaks juga membeberkan hampir 400.000 laporan militer AS dalam rincian operasi negara tersebut di Irak.