Penyair UEA Dilarang Bepergian Usai Tolak Kesepakatan Israel

Senin, 28/09/2020 07:55 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Seorang penyair terkemuka Emirat, Dhabiya Khamis mengatakan bahwa dia dilarang bepergian karena penentangannya terhadap keputusan negaranya untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Dhabiya Khamis mengatakan dia dilarang naik penerbangan menuju Kairo dari Bandara Dubai.

“Larangan itu mungkin karena opini yang saya umumkan menentang Zionisme dan normalisasi,” katanya di akun media sosialnya dilansir Middleeast, Senin (28/09).

“Saya takut kebebasan dan hidup saya diancam dan ditangkap,” tambahnya.

Beberapa penulis dan penyair telah menyatakan dukungan dan solidaritasnya dengan Khamis setelah dilarang bepergian.

Penyair wanita itu membuat marah otoritas Emirat setelah dia menggambarkan keputusan negaranya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai "hari yang menyedihkan dan bencana".

Pada 15 September, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi yang ditengahi AS dengan Israel di Gedung Putih, mengabaikan penolakan Palestina.

TERKINI
Pemda Diminta Cermat Perhitungkan Daya Tampung SPMB 2026 Sahroni Ingatkan Warga Tuntaskan Konflik Lewat Jalur Hukum Parlemen Kampus 2026 Hidupkan Partisipasi Mahasiswa Dunia Krisis Migas, Pendiri AirAsia Malah Siap Luncurkan Maskapai Baru