Jum'at, 25/09/2020 16:14 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan Indonesia mengalami resesi akibat pandemi Covid-19. Ini menjadi tantangan besar dalam dunia bisnis dalam konteks pemasaran. Perilaku pasar tiba-tiba berubah, namun ada satu hal yang positif, adopsi platform digital justru mengalami percepatan. Pelaku usaha seolah dipaksa belajar lebih cepat sekaligus memanfaatkan teknologi sehingga bisnis yang sedang dijalankan menjadi lebih efektif dan efisien.
Pelaku usaha dalam keterbatasannya saat pandemi, berbondong-bondong memanfaatkan kampanye digital untuk memasarkan produk serta layanan mereka. Kampanye digital tidak bisa lagi dipandang sekadar iklan yang lalu lalang di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau bahkan ditawarkan melalui mesin pencari Google.
Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 3.334 Satuan Pendidikan di Tulang Bawang
Kuartal I, Penerimaan Sektor Digital Capai Rp4,48 Triliun
Menkomdigi Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Jadi Penjaga Ruang Digital
“Karena marketing secara digital jika tidak dilakukan dengan benar, maka dampaknya pun tidak akan sesuai dengan harapan,” sambungnya.
Acara ini berkerja sama dengan SEMrush salah satu platform digital marketing terbaik yang sudah dikenal secara global sejak 2008. SEMrush melihat penduduk Indonesia pada 2020 sebagai pasar yang menarik karena mereka adalah pengguna internet yang cukup tinggi. Pada awal tahun, pengguna internet di negeri ini bahkan telah mencapai 175,4 juta orang atau 64 persen lebih dan terus bertumbuh. Tentunya data tersebut harus dimanfaatkan dan diolah dengan baik, sebagai indikator kesuksesan strategi digital.
Keyword : Pelaku UsahaDigitalReses Ekonomi