Sawit Harus Ada dalam Genggaman Petani
Kamis, 24/09/2020 21:14 WIB
Jurnas.com, JAKARTA - Kesejahteraan petani rakyat sawit masih jauh panggang dari api. Jika ingin sejahtera, sawit harus berada dalam genggaman petani.
Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (
SPKS) Darto Manseutus menyampaikan pandangan tersebut dalam webinar bertema `Sawit Untung, Petani Buntung`, di Jakarta, Kamis (24/9/2020). Webinar ini diselenggarakan oleh jurnas.com bekerjasama dengan
SPKS.
"Sampai saat ini usia
sawit di Indonesia sudah 109 tahun. Tapi skema
sawit tidak menguntungkan
petani. Pendapatan
petani belum bisa menjamin kehidupan keluarganya, belum bisa menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi," ujar Darto.
Petani tidak memiliki posisi tawar yang kuat untuk menentukan harga. Sebab, mayoritas mereka menjual ke tengkulak.
"Merekab hanya menerima harga 70% dari harga yang di tentukan pemerintah," kata Darto.
Kesejahteraan
petani sawit juga belum juga datang kendati telah banyak regulasi dilahirkan. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi tidak mempan untuk menyejahterakan
petani.
"Petani
sawit masih menjual ke tengkulak, belum bisa ke industri bio diesel. Kalau mau sejahtera, ya
sawit harus ada dalam genggaman
petani melalui koperasi milik
petani, " ujar Darto menegaskan.
Menurut Darto, terdapat beberapa langkah yang bisa memuliakan
petani sawit, yakni :
• Penguatan kapasitas
petani• Memperkuat kelembagaan
petani sawit• Bahan baku B30 bersumber dari
petani sawit mandiri
• Dana
sawit harus diprioritaskan penguatan
petani (bukan hanya Peremajaan Sawit Rakyat/PSR)
• Ada direktorat khusus
petani sawit di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
TERKINI
Belajar dari Kisah Rasulullah Memperlakukan Istri dalam Rumah Tangga
Mengapa Lupus Disebut Penyakit Seribu Wajah? Ini Penjelasannya
10 Contoh Ucapan Hari Lupus Sedunia, Cocok untuk Postingan Medsos
Hari Lupus Sedunia Setiap 10 Mei, Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya