Selasa, 22/09/2020 18:00 WIB
Kuala Lumpur, Jurnas.com - Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (Mosti) melalui National Institutes of Biotechnology Malaysia (NIBM) telah menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan Kedutaan Besar Rusia, untuk mendapatkan akses data vaksin Covid-19, Sputnik V.
Wakil Menteri Ahmad Amzad Hashim mengatakan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) telah memperoleh hak eksklusif untuk memasok vaksin Sputnik V ke seluruh dunia.
"Sputnik V dikembangkan oleh Pusat Penelitian Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya, badan yang mengembangkan vaksin untuk Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS)," ujar Ahmad Amzad dikutip dari Bernama pada Selasa (22/9).
"Uji klinis Sputnik V tahap 3 diharapkan dapat melibatkan peserta di seluruh dunia. Diskusi lebih lanjut akan diadakan dengan Kedutaan Besar Rusia di sini mengenai vaksin segera," sambung dia.
Legislator PKB Kecam Penyekapan WNI di Tambang Ilegal Malaysia
Rusia Diserang 500 Drone Ukraina Semalam, Tiga Tewas di Moskow
Ukraina Terima 528 Jenazah Tentara yang Gugur dari Rusia
NIBM, lanjut Ahmad Amzad, telah menandatangani LOI dengan Kedutaan Kuba atas kerja sama dengan Finlay Vaccine Institute (BioCubaFarma) dan Pusat Rekayasa Genetik dan Bioteknologi Kuba, untuk mendapatkan akses ke vaksin Covid-19 yang dikembangkan di Rusia.
Dia mengatakan Mosti juga telah mengambil inisiatif untuk terlibat dengan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), untuk memungkinkan Malaysia mendapatkan akses ke pengembangan vaksin, transfer teknologi, dan keahlian baru bagi peneliti lokal.
"Di antara manfaat bagi Malaysia dengan bergabung dengan CEPI adalah prioritas yang diberikan untuk berpartisipasi dalam uji praklinis dan klinis dari vaksin baru setiap kali terjadi pandemi," terang dia.
"Malaysia juga akan memiliki akses ke data penelitian dan perkembangan produksi vaksin yang disponsori oleh CEPI, termasuk penelitian vaksin yang dilakukan oleh sekelompok peneliti di Universitas Oxford," imbuh dia.
Keyword : Malaysia Rusia Vaksin Covid-19