Senin, 21/09/2020 08:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Puluhan pemukim Israel memaksa masuk ke kompleks Al-Aqsa Yerusalem pada hari Minggu untuk merayakan Tahun Baru Yahudi.
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Awqaf Yerusalem mengatakan 76 pemukim yang didukung oleh pasukan polisi Israel telah memasuki kompleks tersebut.
Dilansir Middleeast, Senin (21/09), para pemukim mengunjungi halaman untuk merayakan Rosh Hashanah Yahudi, yang jatuh dari Minggu hingga Kamis.
Pendukung sayap kanan Yahudi telah meminta pendukung selama beberapa hari terakhir untuk berkumpul di kompleks Al-Aqsa untuk merayakan kesempatan tersebut.
Dampak Serangan Iran, Warga Israel Mengungsi ke Stasiun Bawah Tanah
Legislator PKS: Penutupan Masjid Al-Aqsa Luka Bagi Dunia Islam
PBB Peringatkan Israel soal Perubahan Demografi di Palestina
Pada hari Sabtu, seorang pemukim Israel mencoba meledakkan shofar di dalam kompleks titik nyala, tetapi dia diusir oleh para penjaga.
Al-Aqsa mewakili situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam, sementara orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai "Temple Mount", mengklaim itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, di mana Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel 1967.
Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi yang "abadi dan tidak terbagi".