Wacana Hapus Mapel Sejarah, Mendikbud: Saya Terkejut

Minggu, 20/09/2020 19:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengaku terkejut dengan kabar wacana penghapusan mata pelajaran (mapel) sejarah.

Menurut dia, isu ini mencuat setelah adanya presentasi internal yang bocor kepada masyarakat, di tengah upaya pemerintah menggodok penyederhanaan kurikulum.

"Saya terkejut dengan betapa cepat informasi tidak benar menyebar mengenai isu mapel sejarah," kata Nadiem dalam pernyataannya pada Minggu (20/9).

"Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa tidak ada sama sekali kebijakan, regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional," tegas dia.

Mendikbud menegaskan bahwa saat ini ada puluhan versi penyederhanaan kurikulum yang sedang dikaji oleh pemerintah melalui forum group discussion (FGD) maupun uji publik.

"Semuanya belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final. Inilah namanya pengkajian yang benar, di mana berbagai macam opsi diperdebatkan secara terbuka," ujar Mendikbud.

Lagi pula, Mendikbud menggarisbawahi bahwa penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai 2022 mendatang.

"Di tahun 2021 kami akan melakukan berbagai macam prototyping di Sekolah Penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional," terang Nadiem.

"Jadinya sekali lagi tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah," kata dia lagi.

TERKINI
Nama-nama Bulan dalam Kalender Hijriah dan Deretan Peristiwanya Dari Monas ke Kemayoran, Begini Sejarah Dimulainya Pekan Raya Jakarta Langgar Batas Usia Anak, Perusahaan Medsos Bakal Didenda Rp1,1 Triliun Tiga Makhluk Laut Dalam dengan Wujud Teraneh di Dunia