Belasan LSM Bahrain Kecam Normalisasi Pemerintah dengan Israel

Kamis, 17/09/2020 15:55 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Tujuh belas LSM di Bahrain, bersama dengan Federasi Umum Serikat Pekerja Buruh mengecam kesepakatan normalisasi negara mereka dengan Israel, menekankan bahwa itu tidak mengarah pada perdamaian.

Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel pada Selasa di Washington. Kesepakatan itu ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump , yang menggambarkannya sebagai "bersejarah".

"Kami mematuhi konstanta rakyat Bahrain tentang perjuangan Palestina yang adil dan ketentuan konstitusi yang mengkriminalisasi normalisasi dengan entitas Zionis," bunyi pernyataan LSM dilansir Middleeast, Kamis (17/09).

"Semua bentuk normalisasi dengan entitas Zionis yang diprakarsai oleh beberapa negara tidak menghasilkan perdamaian atau memulihkan hak-hak rakyat Palestina yang dirampas," tambahnya.

Namun, LSM menekankan bahwa kesepakatan tersebut mendorong musuh (Israel) untuk melakukan lebih banyak kejahatan terhadap Palestina dan situs suci Arab dan Muslim, yang terutama adalah Yerusalem suci.

"Apa yang dikenal sebagai perjanjian damai antara Bahrain dan musuh Zionis di bawah naungan pemerintah AS telah menimbulkan guncangan yang luar biasa, kebencian dan penolakan populer yang meluas di kalangan rakyat Bahrain, kekuatan politik mereka, lembaga masyarakat sipil dan semua aktor dan kepribadian nasional."

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions