Gaya Arogan Ahok Bikin Warga DKI Tak Simpati
Kamis, 29/09/2016 11:04 WIB
Jakarta - Etika komunikasi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang arogan dengan melontarkan kata-kata kasar membuat warga DKI Jakarta semakin tidak simpati.
Direktur Strategi Indo Survey & Strategy Karyono Wibowo mengatakan, etika komunikasi Ahok sebagai salah satu pertimbangan warga DKI dalam menentukan pemimpin. Apalagi, gaya komunikasi Ahok sudah menjadi tradisi dan sulit untuk dirubah.
"Penting untuk menjadi perhatian bahwa dengan gaya komunikasi saat ini Ahok berpotensi kehilangan segmen pemilih, terutama yang memang tidak suka dengan gaya komunikasi seperti itu," kata Karyono, ketika dihubungi, Jakarta, Kamis (29/9).
Sebab, kata Karyono, warga DKI sebagai pemilih yang cukup cerdas dalam menentukan pemimpin, tidak sekadar dari satu sisi keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga menilai dari sisi etika komunikasi dan moral.
Apalagi, lanjut Karyono, Ahok tidak jarang menyinggung perasaan warga Jakarta. Hal itu menjadi kelemahan yang sulit untuk diperbaiki dalam menarik simpati pemilih dalam kontestasi Pilkada DKI.
"Ini adalah kelemahan yang paling menonjol dari Ahok yang perlu diwaspadai oleh tim koalisi. Kelemahan ini pula yang sering digunakan lawan politik Ahok untuk menyerang dari sisi etika komunikasi," tandasnya.
Diketahui, tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sudah mendaftarkan diri ke KPU Provinsi DKI Jakarta. Mereka adalah
Ahok-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai
Golkar, dan Partai Hanura.
Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Partai Gerindra dan PKS.
TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya
20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini
Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United
Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions