Presiden Brasil Jair Bolsonaro Tak Wajibkan Vaksinasi COVID-19

Jum'at, 04/09/2020 08:23 WIB

Brasilia, Jurnas.com - Presiden sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro, yang secara konsisten meremehkan tingkat keparahan wabah virus corona (COVID-19), menegaskan bahwa vaksinasi COVID-19 tidak akan diwajibkan jika sudah tersedia di negara itu.

"Banyak orang ingin vaksin itu diterapkan dengan cara yang memaksa, tetapi tidak ada undang-undang yang mengaturnya," kata Bolsonaro dalam obrolan langsung Facebook dengan para pendukungnya pada Kamis (3/9).

Sebelumnya, Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourão mengatakan, vaksinasi massal tidak dapat dihindari untuk melawan pandemi di Brasil, tetapi sejalan dengan sikap Bolsonaro.

"Tidak ada cara bagi pemerintah - kecuali kita hidup dalam kediktatoran - untuk memaksa semua orang mendapatkan vaksinasi," kata Mourão dalam wawancara radio.

Menduduki posisi kedua setelah Amerika Serikat (AS), Brasil telah mencatat lebih dari 4 juta kasus COVID-19 yang dikonfirmasi dan jumlah kematian resmi meningkat menjadi 124.614.

Dikutip dari Reuters, dalam 24 jam terakhir saja sebelum Kamis (3/9) sore, 43.773 kasus baru COVID-19 dilaporkan di negara itu dan ada 834 kematian.

Bulan lalu, Brasil  menandatangani perjanjian dengan AstraZeneca untuk membeli 30 juta dosis vaksin yang dikembangkannya dengan Universitas Oxford, dengan opsi untuk 70 juta dosis lagi jika vaksin itu berhasil.

Negara terpadat di Amerika Latin menjadi tempat pengujian utama untuk vaksin COVID-19 dan menyetujui uji klinis fase 3 untuk empat vaksin yang dikembangkan, yaitu  Oxford University / AstraZeneca, Sinovac Biotech China, dan Pfizer Inc dalam kemitraan dengan BioNTech dan Johnson Anak perusahaan farmasi & Johnson, Janssen. (Reuters)

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi