Jum'at, 23/09/2016 10:41 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di akhir pekan Jumat (23/9/2016), menguat lima poin menjadi Rp13.080 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.085 per dolar AS.
"Nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dolar AS, selain dipicu faktor eksternal juga terdorong oleh harapan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (7-Day Repo Rate) yang dipangkas 25 bps," kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) putuskan menurunkan BI 7-day Repo Rate sebesar 25 basis points (bps) dari 5,25 persen menjadi 5,00 persen.
Penguatan nilai tukar rupiah juga terbawa sentimen pelemahan dolar AS di pasar global pasca Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang mempertahankan suku bunga acuannya.
Pekan Ini, IHSG Menguat 2,35 Persen
Takut Ledes, Dinar Candy Tolak Tawaran 1 Miliar dari Pria Hidung Belang
Pekan Ini, Perdagangan Saham Bergerak Bervariasi
Di sisi lain, lanjut dia, harga minyak mentah dunia yang masih naik menyusul turunnya persediaan minyak mentah Amerika Serikat serta diikuti oleh kenaikan harga komoditas lainnya turut mempengaruhi mata uang domestik.