Selasa, 11/08/2020 16:10 WIB
Manila, Jurnas.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte memuji upaya Rusia untuk mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19) dan bersedia berpartisipasi dalam uji coba. Ia memprediksi Rusia akan menggratiskan pasokan vaksin untuk uji coba.
Dilansir dari Arab News, perusahaan Rusia berharap bisa mendapatkan persetujuan otoritas medis untuk vaksin COVID-19 pada Agustus 2020. Moskow juga siap bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memproduksinya secara massal.
"Saya akan memberi tahu Presiden (Vladimir Putin, Red) bahwa saya memiliki kepercayaan besar pada studi Anda dalam memerangi COVID dan saya percaya bahwa vaksin yang Anda hasilkan sangat baik untuk kemanusiaan," kata Duterte di televisi pada Senin (10/8) malam.
Sejumlah negara berlomba memproduksi vaksin ini karena sangat dibutuhkan oleh miliaran umat manusia. Namun, ini menimbulkan kekhawatiran akan munculnya efek samping dari vaksin yang dibuat terburu-buru ini.
KTT Filipina, Myanmar Keluhkan Perlakuan Diskriminatif ASEAN
Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini, Kemendikdasmen Luncurkan Roadmap PAUD
Lebaran 2026, Menlu Iran Kirim Pesan Khusus untuk Indonesia
Untuk menghilangkan ketakutan publik, Duterte menawarkan diri menjadi kelinci percobaan vaksin COVID-19 tersebut. "Saya bisa menjadi orang pertama yang mereka dapat bereksperimen."
Sementara itu, kantor Duterte pada Selasa (11/8) mengatakan bahwa Filipina siap untuk bekerja dengan Rusia dalam uji coba vaksin, pasokan dan produksi.
Pada Juli, Duterte mengajukan permohonan kepada mitranya dari China untuk menjadikan Filipina sebagai prioritas jika mengembangkan vaksin, di tengah kekhawatiran di negara berkembang tentang ketersediaan.
Sekadar diketahui, Filipina memiliki jumlah infeksi COVID-19 tertinggi di Asia, yang naik menjadi 136.638 pada Senin (10/8) setelah rekor lonjakan harian sebanyak 6.958 kasus.