Kamis, 30/07/2020 09:47 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 613 tempat di DKI Jakarta menjadi klaster covid-19. Penyebaran virus corona terjadi di perkantoran, pasar tradisional hingga rumah ibadah.
Salah satu penyebab banyaknya klaster corona di Ibu Kota, yakni kurangnya kewaspadaan dari masyarakat.
"Bisa jadi ada yang terutular di kantor, tapi asalnya bukan dari kantor, atau tertular saat perjalanan dia menuju kantor atau misalnya ketika ada di rumah," kata Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah melalui Youtube BNPB, Rabu, (29/7).
Dewi meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan demi menanggulangi resiko penularan virus corona.
Anggaran Mitigasi Bencana Terbatas, BNPB Pinjam dari Luar Negeri
Salah Urus Pandemi COVID-19, AS Resmi Keluar dari WHO
BNPB: 380 Ribu Orang Masih Mengungsi Akibat Bencana Banjir Sumatra dan Aceh
Berikut data Klaster Corona di Ibu Kota yang dirangkum dari BNPB.
Klaster Corona di perkantoran
Kementerian
- Jumlah klaster: 20
- Total klaster: 139
Kantor di lingkungan Pemda DKI
- Jumlah klaster: 34
- Total klaster: 141
Swasta
- Jumlah klaster: 14
- Total kasus: 92
Badan/lembaga
- Jumlah klaster: 10
- Total kasus: 25
Kepolisian
- Jumlah klaster: 1
- Total kasus: 4
Klaster Corona di rumah ibadah
Asrama pendeta
- Jumlah klaster: 1
- Total kasus: 41
Gereja
- Jumlah klaster: 3
- Total kasus: 29
Tahlilan
- Jumlah klaster: 1
- Total kasus: 29
Masjid
- Jumlah klaster: 3
- Total kasus: 11
Pesantren
- Jumlah klaster: 1
- Total kasus: 4
Klaster Corona di pasar
Jakarta Pusat
- Jumlah pasar: 34
- Total kasus: 228
Jakarta Timur
- Jumlah pasar: 39
- Total kasus: 143
Jakarta Barat
- Jumlah pasar: 40
- Total kasus: 96
Jakarta Selatan
- Jumlah pasar: 38
- Total kasus: 53
Jakarta Utara
- Jumlah pasar: 22
- Total kasus: 35
Klaster Corona di pemukiman
- Jumlah klaster: 283
- Total kasus: 1.178
Klaster Corona di fasilitas kesehatan
- Jumlah klaster: 124
- Total kasus: 799
Keyword : Jurnas VideoCovid-19Klaster CovidBNPB