Jawaban KPI Tidak Memuaskan Netizen

Minggu, 18/09/2016 22:21 WIB

Jakarta - Hebohnya gambar tayangan televisi yang diblur mendapat komentar beragam netizen. Gambar atlet renang dalam pagelaran PON XIX 2016 di Jawa Barat mendadak jadi perhatian. Netizen menyayangkan gambar-gambar yang tidak masuk kategori vulgar itu diblur tayangannya.

Atas berbagai komentar dan kecaman netizen terhadap Komite Penyiaran Indonesia (KPI), maka KPI pun langsung merespon komentar-komentar tersebut.

Akun KPI, @KPI_Pusat, membuat klarifikasi atas tayangan-tayangan blur di beberapa stasiun televisi. Menurut KPI, pihaknya tidak meminta untuk melakukan pemburaman atas tayangan-tayangan tersebut.

"Blur pada tayangan tsb dilakukan oleh Lembaga Penyiaran (LP) itu sendiri, bukan atas perintah KPI. Jika terkait perlombaan renang, LP masih dapat melakukan pengambilan gambar tanpa harus melakukan blur, …," ucap KPI mengklarifikasi.

Menurut penjelasan yang dilakukan oleh KPI Pusat, seharusnya proses produksi tidak dilakukan dengan cara merekam orang berpakaian renang, kemudian melakukan blur. Namun, jelas KPI, secara teknis perlu dilakukan dengan baik, sehingga tidak terkesan melakukan eksploitasi tubuh, khususnya perempuan.

"Misalnya teknik long shoot dengan merekam semua peserta lomba renang, sehingga fokusnya adalah lomba bukan fisik/tubuh peserta lomba," jelas KPI.

Namun, penjelasan akun KPI tersebut juga dianggap kurang pas bagi netizen. Terutama saat menjelaskan pada poin "Bukankah proses pengambilan gambar bisa dilakukan, dengan terlebih dahulu meminta subyek memakai handuk?" Reaksi netizen banyak yang membuat emoji tertawa atas pernyataan poin tersebut.

"Emang ada tayangan renang di TV, lalu yg disorot satu atlet saja yg berbikini scr terus-menerus? Penjelasan @KPI_Pusat soal tayangan renang yg di-blur sama sekali ndak memuaskan. Apologetik dan ndak memuaskan," ucap Ulil Abshar-Abdalla.[]

TERKINI
Kemenag Tutup Pesantren Ibadurrahman Kaltim, Pastikan Hak Santri Terpenuhi Kemdiktisaintek-BRIN Susun Peta Jalan Riset, Bakal Diluncurkan di Surabaya KSTI 2026, Begini Pesan dan Arahan Presiden Prabowo untuk Para Akademisi Betrand Peto Curhat di Medsos, Begini Respon Sarwemdah