Minggu, 05/07/2020 14:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pabrikan mobil asal Swedia, Volvo menarik sejumlah varian untuk perbaikan (recall) 2,2 juta mobil secara global karena ditemukannya masalah pada fitur keselamatan sabuk pengaman (seat belt).
Masalah itu terjadi pada kabel baja sabuk pengaman kursi depan sudah tidak efektif menahan beban karena faktor usia atau masa pakai yang sudah habis.
Volvo, sebagai merek yang mengenalkan fitur sabuk pengaman tiga titik pada tahun 1959, mengatakan belum menerima laporan cedera atau kecelakaan terkait masalah tersebut.
Recall itu melibatkan 2.183.701 unit mobil di seluruh dunia. Beberapa mobil yang terdampak antara lain model Volvo S60, V60, XC60, V70, XC70, dan S80 yang diproduksi periode 2006 dan 2019.
7 Jenis Pakaian yang Dilarang dan Tidak Sah untuk Salat
Silsilah Cucu Nabi Muhammad SAW dari Fatimah Az-Zahra
Urutan Bulan Hijriah dan Peristiwa Bersejarah di dalamnya
Volvo mengatakan akan memberikan komponen baru sebagai pengganti kabel yang rusak.
Volvo adalah merek mobil Eropa yang dibeli oleh Geely China pada 2010. Setelah itu, Volvo menyatakan fokus pada mobil-mobil berpenggerak listrik atau hybrid untuk pasar global.