Jadi Timses Ahok, Gerindra Ancam Gugat Nusron Wahid

Kamis, 15/09/2016 13:55 WIB

Jakarta - Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPN2TKI), Nusron Wahid dinilai melanggar Undang-Undang (UU) terkait keterlibatannya dalam politik praktis.

Atas dasar itulah, Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman akan membawa Nusron ke proses hukum, jika tidak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala BNP2TKI atau ketua timses calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Saya akan menyiapkan langkah hukum, kalau sampai penetapan calon pasangan Pilkada DKI, ternyata Nusron belum juga mengundurkan diri," kata Habiburokhman, Jakarta, Kamis (15/9).

Nusron Wahid Digaji Negara Urus TKI bukan Pilkada DKI Nusron Berpolitik Saat Ribuan TKI Terbelit Masalah

Hal itu menanggapi keterlibatan Nusron sebagai ketua tim pemenangan Ahok di Pilkada DKI 2017. Keterlibatan Nusron sangat berpotensi mengabaikan tugasnya mengurusi persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Timses Ahok, Nusron Wahid Tabrak Aturan

Adapun UU yang dilanggar Nusron, jelas Habiburokhman, pasal 70 ayat (1) b yang terdapat dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pasal 70 ayat (1) b jelas-jelas disebutkan jika dalam kampanye calon dilarang melibatkan Aparatur Sipil Negara, anggota Polri dan anggota TNI," terangnya.

TERKINI
Peta Global Ungkap Sumber Utama Emisi Petrokimia Dunia Oman Tunda Pertemuan Regional Bahas Jalur Maritim Baru Selat Hormuz Hujan Lebat Terjang China Selatan, Lebih dari 31.000 Warga Dievakuasi Senin Pagi, Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat dan Terburuk Ketiga di Dunia