Pemindahan Ibu Kota Palestina, PDIP: Itu Bentuk Ketidakadilan Baru

Kamis, 18/06/2020 14:20 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Munculnya proposal tentang pemindahan ibu kota Palestina dari Yerusalem ke Abu Dis mendapat respon negatif dari berbagai negara. Bahkan PDI Perjuanga menyatakan sikap mengecam usulan tersebut.

"Ada proposal baru untuk memindahkan Ibukota Palestina ke Abu Dis, menggantikan Yerusalem. PDI Perjuangan tidak setuju dengan usulan tersebut karena justru hadir sebagai bentuk ketidakadilan baru," ujar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Kamis (18/6/2020).

Hasto menyebut sikap PDI Perjuangan ini sebagai bentuk konsistensi terhadap apa yang sudah diperjuangkan Bung Karno.

"Bung Karno memerjuangkan kemerdekaan Palestina sebenar-benarnya sebagai buah dari spirit Dasa Sila Bandung," tegas Hasto.

Hasto mengatakan PDIP akan terus mendorong agar Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif, yang berpihak pada perdamaian dunia. Menghapuskan berbagai bentuk penjajahan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. 

Kata Hasto, dunia saat ini sedang menghadapi krisis. Ketegangan di Timur Tengah seperti persoalan di Yaman, Suriah, Irak, dan juga ketegangan antara Arab Saudi dan Turki. Demikian halnya persoalan di Laut China Selatan, konflik perbatasan Tiongkok dengan India, serta berbagai persoalan di Afrika dan Amerika Latin."

"Situasi ini memerlukan kepemimpinan Indonesia sebagaimana terjadi ketika diselenggarakan Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok dan Conference of the New Emerging Forces," tuntas Hasto.

TERKINI
Ini Doa agar Selamat dan Tenang Selama Perjalanan Jauh Peringatan Hari Puisi Nasional Setiap 28 April, Ini Sejarah dan Tujuannya 28 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini Deretan Kecelakaan Kereta Api Paling Mengerikan di Indonesia