Jum'at, 22/05/2020 09:51 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dirut Perum Bulog, Budi Waseso menegaskan, upaya yang mendiskreditkan Bulog dalam yang menjalankan tugas negara akan ditangani dengan tegas dan cepat sesuai hukum yang berlaku karena dapat dianggap sebagai gangguan terhadap kepentingan nasional.
"Seperti yang terjadi baru-baru ini terkait kasus beredarnya video yang sempat viral yang menjelekkan kualitas beras Bulog yang disebutkan busuk di Kelurahan Pisangan Kecamatan Matraman, Jakarta Timur," kata mantan Kepala Badan Nasional Narkotika.
"Kita langsung cross-check dengan penyaluran yang ada di lapangan, dan ternyata pelakunya memviralkan video tersebut sudah ditangkap polisi pada hari itu juga. Kita tidak main-main soal pangan ini ya, siapa yang menghalang-halangi tugas kami akan segera kita selesaikan," sambungnya.
Video yang sempat viral itu terkait dengan upaya pemerintah memberikan sembako kepada 1,4 juta warga di Jabodetabek yang terkena dampak COVID-19.
Komisi IV DPR Minta Bulog Bertanggung Jawab Soal Bulog Berkutu
Kwartil Nasional Kampanyekan Gerakan Media Sahabat Pramuka
Budi Waseso Diangkat jadi Komisaris Utama Semen Indonesia
Perum Bulog mendapat penugasan menyediakan Bantuan Presiden (Joko Widodo, Red) berupa paket sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat di wilayah Jabodetabek. Penyalurannya sendiri sedang berjalan dan hampir terlaksana 100%.
Perum Bulog terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk membantu mensukseskan program pemerintah dengan menstabilkan harga pangan menjelang lebaran dan selama masa penangan penyebaran pandemi COVID-19.
Selain itu, Budi Waweso juga menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai Bulog sebesar 1,4 juta ton yang tersebar merata di seluruh Indonesia.
Harga beras kini berkisar di harga Rp11.750 - Rp12.000 per kg, sedangkan harga gula di pasaran ditetapkan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET- ketetapan pemerintah) senilai Rp12.500 per kg. Bulog sendiri menjualnya seharga Rp11.900 per kg.