Kamis, 21/05/2020 21:55 WIB
JAKARTA , Jurnas.com – Kehadiran Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia dinilai bakal mengganggu perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Di satu sisi, munculnya Partai Gelora semakin mewarnai dunia perpolitikan di Indonesia. Tapi di sisi lain, hadirnya Partai Gelora bisa jadi sekadar menjadi parasit bagi PKS," kata Pengamat politik yang juga menjabat Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo di Jakarta, Kamis (21/5/2020).
Menurut Karyono, Partai Gelora yang sedari awal pendiriannya digawangi para petinggi PKS tentu dapat menarik minat kader. Sebab loyalis Anis Matta dan Fahri Hamzah yang tak suka dipimpin Sohibul Iman, kata Karyono, mungkin akhirnya berlabuh ke kendaraan baru.
Di sisi lain, kata dia, Partai Gelora juga tidak mudah mendapatkan dukungan dari kalangan pemilih di luar basis PKS. Pasalnya, selain harus bersaing dengan partai lain yang saling berebut ceruk pemilih dari pelbagai segmen. Hambatan lain yang mengganggu Partai Gelora adalah terbentuknya imej sebagai partai barisan sakit hati.
Menhaj Imbau Jemaah Haji Jaga Kesehatan-Lapor Petugas Jika Ada Kendala
Cara Daftar Penjaringan Data Guru Belum Bersertifikat Pendidik 2026
Kemenhut-BMKG Teken MoU Pencegahan Karhutla, Operasi OMC jadi Andalan
"Karena Partai Gelora didirikan sejumlah mantan pengurus PKS yang berkonflik. Oleh karenanya, kondisi yang kemungkinan bisa terjadi justru Partai Gelora tidak lolos ambang batas parlemen. Sehingga skenario yang terjadi Partai Gelora sekadar menjadi parasit yang menggerogoti kekuatan PKS," ungkapnya.
Keyword : Partai GeloraPKS