Jum'at, 15/05/2020 11:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Realisasi impor sepanjang April 2020 anjlok cukup dalam hingga 18,58 persen secara tahunan menjadi US$12,54 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai US$15,40 miliar.
Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), secara month-on-month (mom) impor pada April 2020 turun 6,10 persen dari posisi Maret 2020, yakni dari sebesar US$13,35 miliar menjadi US$12,54 miliar.
"Penurunan impor yang cukup curam terjadi dari sisi migas, sementara nonmigas relatif landai," tutur Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui YouTube resmi BPS, Jumat (15/5/2020).
Dia menerangkan impor non migas turun11,24 persen secara year-on-year (yoy), sedangkan impor migas turun tajam 61,74 persen.
Legislator Golkar: Negara Harus Punya Sistem Kelola Aset Rampasan Jelas
Program Lentera Jiwa Pertamina Patra Niaga Jadi Harapan Baru Bagi ODGJ
Ide Caption Postingan Hari Kartini yang Diperingati Besok
Data BPS juga menunjukkan adanya penurunan nilai impor secara tahunan maupun secara bulanan. Secara bulanan, impor barang konsumsi turun 4,03 persen, bahan baku/penolong menyusut 9,00 persen, barang modal naik 9,00 persen.
Sementara itu, secara tahunan penurunan barang konsumsi turun 16,57 persen, bahan baku/penolong menciut 19,13 persen, dan barang modal turun 17,11 persen.