Jum'at, 15/05/2020 10:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Pusat Statistik (BPS) laporkan neraca perdagangan Maret 2020 mengalami surplus US$743 juta. Ini dipicu oleh posisi ekspor yang lebih besar dari impor pada Maret ini.
Untuk nilai ekspor, angkanya mencapai US$14,09 miliar atau meningkat 0,23 persen dari bulan sebelumnya.
Dari komponennya, ekspor migas Indonesia turun 16,29 persen menjadi US$670 juta. Tetapi ekspor nonmigas meningkat 1,24 persen dari bulan sebelumnya menjadi US$13,42 miliar pada Maret 2020.
Secara year on year (yoy), Suhariyanto menuturkan ekspor Maret 2020 mengalami penurunan 0,20 persen dari posisi USs$14,12 miliar pada Februari 2020. Hal ini dipicu karena adanya penurunan ekspor migas sebesar 40,91 persen.
Retak Tulang Tengkorak, Eks Bek Kiri Sunderland Pensiun Muda
Christopher Nkunku Rampungkan Tes Medis di RB Leipzig
Kata Sang Ayah soal Reijnders ke Saudi karena Uang: Tidak Munafik
"Jadi total ekspor kita masih meningkat secara mtm dan yoy-nya mengalami penurunan tipis 0,20 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (15/4/2020).
Sementara itu, nilai impor pada Maret 2020 mencapai US$13.35 miliar dollar AS. Posisi ini meningkat 15,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Impor meningkat dipicu oleh impor nonmigas yang naik 19,83 persen. Secara yoy, impor kita mengalami penurunan tipis sebesar 0,75 persen.
Keyword : BPS Neraca Perdagangan Ekspor Impor